Minggu, 06 Desember 2009

ENIGMA

Air mata yang menggenang dipelupuk mata ku tak tertahankan oleh masanya, akhirnya mengalir di pipi bulatku dan menjatuhi rapot-rapot anak kelas V binaanku. Aku tak memahami apa tujuanku berpayah payah untuk mengejar sesuatu yang tak ku ketahui tujuan akhirnya. Sesaat ku me-rewind hal-hal yang membuatku berkeras diri saat kuliah dulu. Hampir serata ratanya jalan, itulah perumpamaan jalannya perkuliahanku, aku sibuk belajar siang malam belajar, sesekali aktif di bem jurusan untuk sekedar eksistensi. Namun aku tau pasti tujuan ku berpayah kala itu….. aku ingin nilai IPK ku tak turun karena aku, aku ingin lulus dengan nilai terbaik, aku ingin meneruskan beasiswa ku yang bersyarat ipk tidak boleh turun. Tak tidur 2 hari bukan alasan ku mengeluh untuk sebuah ilmu spss ilmu soft ware komputer untuk menghitung angka angka survey dalam skripsi tidak sempurnaku. Karena ku tau ini jalan yang sudah ku pilih, ku ingin kumau. Aku telan bulat bulat untuk satu tujuan aku ingin lulus tahun ini ……. ya tahun ini.


Aku dengan segala sifat kengototanku, keterbatasanku, ketidak berdayaanku. Ku mohon kepada Allah untuk memberikan pesan lewat apapun jawaban dari takdirku sekarang, karena sama sekali aku tak tau tujuanku kali ini. Mungkin ini jadi suratan untuku tapi aku belum bisa menganalisa dimana ku harus membulatkan tekat karena ku butuh tujuan ya Allah. Air mata itu kembali mengalir deras tak terbendung dan seakan akan tanggul pertahanan melankolisku jebol meluluh ratakan air seisinya hingga banjir di pipiku tak terelakkan.


Ya Rabb… dimana kau titipkan ruh semangat diriku yang pernah kau tiupkan di dadaku, kini kurasa semua bukan karena Kau, bukan karena Orang tua atau bukan karena diriku sendiri. Lewat nanar mataku menahan air mata agar berhenti mengalir kini aku sadar semua yang kulakukan adalah untuk murid, agar orang tua murid tidak komplein, agar guru guru tak memandang sebelah mata pada ku karena aku guru baru, karena aku mampu walaupun aku bukan mahasiswa lulusan sains karena aku ingin kepala sekolah puas dengan kinerjaku. Karena dan karena yang tanpa akhir… dan siapa yang bisa menjamin bahwa mereka semua mengiyakan pendapatku… tentu tak satu pun .. dan mungkin bisa jadi hanya satu dua orang… hahahah…. ups yah… sedikit menyenangkan hati ditengah keterpurukan ku saat ini.


Guru adalah pekerjaan mulia, aku selalu berpegang pada kata-kata itu. Aku suka heran ada orang berkata terlanjur ambil jurusan keguruan akhirnya terpaksa mengajar dan terlanjur kecemplung didunia pendidikan. Oh Tuhan beruntungnya diriku saat ini.. karena aku tak pernah merasakan penyesalan seperti teman temanku yang salah naik jurusan… kaya naik mobil… jadi nyasar. Itu lah yang ku syukuri semakin kutau ilmu, semakin ku cinta cakrawala ilmu pengetahuan yang membentang tanpa batas. Dan badai hujan datang silih berganti justru membuatku bertambah kuat keyakinan ku, bahwa aku tak pernah salah memilih jalan hidup. Aku yang bodoh ini berparadigma, hidup itu adalah pilihan. kau mau memilih jalan hidup atau kau dipilih dengan jalan hidup mu. Artinya kau mau dan bebas memilih jadi apapun yang kau mau asal berusaha mendapatkannya atau kau akan dapatkan sesuatu yang memang seharusnya kau dapatkan tanpa merubah takdir mu yang lain dan tak mengejar keinginan mu.


Jam sudah menunjukkan pukul 02.30 pagi aku tertidur dengan tetesan air mata yang mulai lengket dan mengering dibawah tumpukan rapot. Aku pun pindah menuju kamar tempat ku merebahkan semua punuk penuh beban. Aku tau besok jam mengajar ku penuh, aku harus kuat, besok adalah muara pekerjaanku bertambat. Rapot harus dibagikan hari jum’at, sisa pekerjaanku akan ku teruskan disekolah. Dengan segenap keyakinan ku, ku tau semua akan selesai apapun caranya, Allah ada terus bersama ku. Di kedua kaki kulah, aku menopang tubuh ini tak ada orang lain yang menyanggah dan dibalik penciptaan penopang dengan anatomi maha sempurna ini ada Allah yang selalu setia membantu ku dan menguatkanku.


Aku masih mencintai profesiku sampai kapan pun. Ya Allah inikah jawaban dari tujuan ku???? ……… belum valid memang e,mmmm hanya berspekulasi. Tapi itu lah yang baru ku mengerti : aku cinta profesiku sebagai guru seperti mencintai diriku sendiri… karena ada guru kecil bersemayam didadaku, yang belum aku pahami: Untuk apa aku ber payah payah untuk semua ini……..


3 Hal yang tak tak kan terputus pahalanya mengalir meskipun kita sudah diliang lahat:

a. Anak shaleh

b. Amal jariyah/ wakaf

c. Ilmu yang bermanfat


Aku ingin semua karena Allah. Muara usaha duniaku karena jika ku sudah tak bernyawa aku bertambah bekal diakhirat. Karena ku tau hamba Mu ini yang pendosa hafal dengan khilafan takkan sanggup mengarungi dunia dengan mengumpulkan bekal akhirat untuk selamat dari siksa Mu

Minggu, 06 September 2009

Patung Badut Duduk Bersila Tanpa Mengenakan Baju

Aku tak pernah tahu mengapa sejak ku dalam buayan hingga saat ini ku tak penah sekalipun mendapatkan apa yang benar-benarku inginkan. Diriku yang mencoba bermetamorfosa dari pemikiran yang dangkal menjadi seorang pemikir yang tak pernah handal, dan ternyata ku hanya mendapatkan jawaban bahwa mungkin inilah jalan hidupku, aku hanya tinggal menjalaninya, merasakan maknanya, mencoba untuk tidak salah ambil keputusan dikemudian hari.


Terkadang bukan keluargalah yang membentuk karaktrer kita tapi karakter kita sedikit banyak tepoles oleh lingkungan pergaulan, keadaan, persoalan dan cobaan yang menimpa kita, seberapa kuat kita bertahan, seberapa hebat kita menyelesaikan masalah, seberapa lihay kita menyiasati sebuah ketimpangan…. Akh,,,, aku mulai jadi sok tua he4….Okey sepertinya aku terlalu jauh berkata-kata,…. Maksud ku, aku hanya ingin cerita satu situasi dimana aku tak mendapatkan apa yang benar-benar aku inginkan…. Upss…. Sory kawan itu intermezzo saja,,,,,


Waktu ku duduk di bangku TK dengan umur yang tak cukup.. karena aku ngotot ingin sekolah… aku diajak bapak ku jalan-jalan,,,, Cuma berdua yah… kalian percaya kan kalau cuma berdua,, tak lain keadaan seperti nilah yang memaksa seorang bapak untuk ambil bagian penuh mengurus seorang anak seperti aku, takala memiliki pasangan hidup seperti ibuku yang kata kebanyakan orang jawa sangsekerata yang nunjauh dari peradaban menjuluki profesi ibuku ” Wanita karier”….. Ha4 aku dulu bangga sekali punya ibu seorang wanita karier,,,, bangganya setengah mati. Tiap aku ceritakan siapa ibu ku kepada teman-temanku yang pertama menjadi kalimat pembuka adalah … seragam kantor ibuku yang bagus-bagus… balazer, celana butcut sampai high hill, oke kita kembali lagi pada permasalahan.


Hari itu aku berdandan layaknya bocah 4 tahun yang akan bertamasya. Setelan overall baju kodok yang dipakai layaknya seorang montir jaman dulu, kemeja berlengan balon, sepatu kets putih, berkaus kaki renda putih, tak lupa bekal nasi, dan air putih sedia didalam tasku yang sudah disiapkan ibuku subuh tadi. Bapak tak sedikitpun memberikan kata sandi kemana kita akan bertamasya,,, yang ku ingat kata-katanya “Bub pokoknya kita akan plesir” tapi sekali lagi dia tdak pernah mengatakan kemana tujuan kita sebenarnya. Asik-asik pasti bapak mau kasih kejutan kecil yang manis…. Hi4…. Senyum simpul ku kembangkan menjadi senyum tiga jari dengan kerlingan gigi, dengan tatapan ringan ku beri isyarat “wahai bapakku…. Aku sangat suka kejutan……”


Didalam bis tingkat lantai dua aku duduk di dekat jedela, aku melihat rupa-rupa manusia dengan segala kesibukannya lalu lalang dijalan raya, namun fikiranku hanya menerkah dan menerkah kemana bapak akan membawaku. Mulailah aku yang sekecil ini berspekulasi eemmmm pertama: bahwa mungkin saja bapak akan mengajakku ke dunia fantasi, tapikan………. bapak hanya pegawai negeri biasa golongan 2B luluan SD yang gaji nya tidak seberapa…. tapi mungkin saja kalau bapak ku sedang dapat rejeki nomplok dari jendralnya yang pergi naik haji atau kolonelnya yang baru saja dipromosikan naik jabatan dan pindah ke divisi lain…. Huhh…. Jauh sekali fikiran ku tapi suwer…. Aku memang suka memikirkan hal-hal diluar batas kemampuan anak pada umumnya, Tapi beneran loh…malah terkadang aku suka bersikap sok tua alias ketu… kecil-kecil tua. Cepat-cepat ku ambil hapusan whiteboard lalu ku hapus spekulasi pertama diatas kepalaku…. Karena aku hampir sadar kalau itu tidak mungkin,,, yang kedua: aku mulai berfikir….. yah kalau Dufan kemahalan… paling tidak ada Taman Mini Indonesia Indah dengan kereta gantungnya, masuknya kan tidak terlalu mahal…. Tapi….. kalau dihitung-hitung untuk masuk setiap arena perlu merogoh kocek yang mungkin beda tipis dengan Dufan………….. okey kali ini spekulasi ku, ku anggap tidak valid alias….. tidak tepat. Jujur whhuffff ….aku tak punya bayangan lagi menebak kemana arah tujuan tamasya ku kali ini. Bendera putih ku kibarkan pertanda menyerah tanpa syarat dan aku menghapus semua rumus-rumus peluang matematika ala plesiran bapak ku di fikiranku.


Dalam lamunanku yang bermacam-macam terselip senyum kecil yang mengembang di bibirku tanpa sadar… berulang kali…. Aku senang…… kemanapun bapak membawaku aku pasti dibawanya ketempat yang menyenangkan, seperti janji nya pagi tadi “kita akan plesir” Bis tingkat pun terhenti pada bangunan bergaya rainances didepanya berdiri kokoh sosok binatang yang amat besar… hidungnya panjang, telinganya lebar, anak TK pun tau dan hafal dengan binatang yang satu ini, yup gajah,,,,, tapi lebih tepat lagi kalau diakatakan anak gajah. Dibawahnya terdapat air mancur yang menambah agung sosok anak gajah. Ichhh…..Bangunan. Aneh….. “tempat apakah ini Pak?????”


Bapak mengandeng tanganku erat-erat dengan tatapan wajahnya yang penuh semangat seperti ingin menunjukkan kehebatan yang ada pada bangunan megah itu. Aku masih tak mengerti mengapa aku anak kecil yang berusia 4 tahun ini mesti di ajak ke tempat aneh seperti ini,,, jauh sekali dari keriaan dan musik anak-anak, yang kurasakan sangat sunyi senyap mirip dirumah sakit, sepi seperti hutan jati tanpa penduduk didalamnya. Ya Tuhan… tempat apakah ini… aku tak paham.


Museum Sejarah Nasional kata Bapakku. Aku belum paham apa itu museum, apakah ada mainan didalam disana? apakah ada banyak badut didalam sana? apakah anak-anak kecil seperti ku banyak dan berlarian didalam sana? Kira-kira ada jajanan apa saja disana, atau paling tidak tolong pastikan kalau ada ayunan didalam sana. Wajah Bapakku makin sumringah saja menyaksikan patung-patung aneh yang tak tau malu duduk berjejer pada pintu muka persis menghadapa loket, dan aku terpaksa memasuki fikiran alam orang dewasa…. Seraya beranggapan…. Wah bagus benar ini patung…. Sererti badut tapi lupa pakai baju sambil duduk bersila, sedikit berusaha mengimbangi semangat bapakku. Aku pun hanya mengikuti arah gandengan tangan bapakku yang menuntunku dan aku menyaksikan benda-benda aneh yang selalu ku kaitkan dengan keadan dunia fantasia. Sekali dua kali aku masih bisa mentoleran keadaan ku, tapi aku kan masih anak-anak aku jenuh… aku gak ngerti, aku bt …. Auah gelap Weeekk….. ..


Tau rasanya bila kita sudah menginginkan sesuatu dan akhirnya mendapatkan sesuatu yan bukan kita inginkan………..? Pasti tau dan semua orang pasti pernah merasakannya. Yah itulah yang kurasakan saat itu, jika boleh ku gambarkan dengan grafik, tampilan grafik perasaanku saat itu turun-naik alias berfluktuasi tak menentu, takkaruan, awalnya senang eh sampai sana bingung, setelah bigung kesal, setelah kesal aku menjadi apatis solah-olah acuh karena memang ini bukan inti kertertarikanku sejak awal….. tapi kalian tau akhirnya aku merasakan apa?????? Berpura-pura senang dan senang juga akhirnya…. tapi…………sedikit sih…..……..


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan dan tahun silih berganti. 20 Tahun kemudian aku yang seorang mahasiswa sangat tertarik dengan sejarah,,,, Setiap tingkat jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, Kuliahku paling tidak sekali dua kali aku mengunjungi Museum Sejarah Nasional, sebenarnya tujuan ku bukan untuk melihat apakah ada koleksi benda sejarah terbaru tapi…… Cuma untuk mengingat moment aneh bersama bapak waktu umurku 4 tahun. Belakangan aku selalu tersenyum geli setiap datang ke Museum itu karena, di pintu depan selalu ku di sambut Patung badut duduk bersila tanpa mengenakan baju. Kalian tau???....Dialah Budha… ups sory yah… bukan pelecehan agama tapi ini murni imajinasi bocah umur 4 tahun.


Mungkin bapakku bukan seorang guru yang pandai untuk mengajar anak-anaknya agar pandai tapi terkadang bapak tak sadar sudah menanamkan nilai-nilai kecintaannya pada anak-anaknya terhadap warisan leluhur bangsa ini.. Terimakasih Bapak ……….

Jumat, 04 September 2009

Ketika

Ketika ku mohon kepada Allah kekuatan
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika ku mohon kepada Allah kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untuk aku pecahkan

Ketika ku mohon kepada Allah kesejahteraan
Allah memberiku akal untuk ku berfikir

Ketika ku mohon kepada Allah keberanian
Allah memberiku kondisi bahaya untuk ku hadapi

Ketika ku mohon kepada Allah suatu cinta
Allah memberiku orang dalam kesulitan untuk ku tolong

Ketika ku mohon kepada Allah bantuan
Allah memberiku kesempatan

Aku tak pernah menerima apa yang aku minta
Tapi aku menerima segala yang aku butuhkan

Diinterpretasikan dari karya agung: Syekh Ibrahim Al zajairi

Semua Seizin Allah SWT

”Hidup dan nasib, bisa tanpak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan.
”Diinterpretasikan dari pemikiran agung Harun Yahya”

Semua ini nyata ku alami dan telah jadi memoar Diary ku, sekarang saatnya aku berbagi untuk kalian yang ingin melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, bahwa memang tak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan Allah swt sudah turut campur didalamnya.


Semua Seizin Allah

Dear diary....
Kalian tahu dan percaya bahwa kata-kata adalah doa dan doa orang yang berpuasa adalah doa yang mustadjab. Semua dimulai dari hari jumat dibulan ramadhan di kampusku. Aku dan teman-temanku bergegas menuju Bank Lekas Kaya untuk tutup tabungan mahasiswa karena status itu segera akan ku tanggalkan sesuai dengan surat keputusan pada tanggal 28 juli 2008, bahwa aku dinyatakan lulus dari Kampus Hijau. Seperti yang sudah-sudah di pintu pasti ku disambut oleh laki-laki berperawak tinggi besar muda tanpan dan seragamnya tak pernah berubah, selalu putih dan hitam,,, dia adalah Bangsat alias bang satpam. Sampainya didalam aku dan teman-teman bergegas menuju customer service dan memastikan berada dalam antrian. Setelah sampai pada giliran ku, ku dapati customer service perempuan nan cantik dan gemulai menekan keyboard computer.
CS : “Siang ada yang bisa saya bantu’’ sapa hangatnya.
Aku : "siang", Ia mba saya mau tutup tabungan mahasiswa saya sama buka tabungan calon pelamar pekerjaan’’ jawab ku.
CS : ”Boleh silahkan tunggu ya bu, saya siapka aplikasinya’’ jawab costomer service.
Aku : “Hemmm” gumam ku….(Mungkin terlalu banyak aplikasi yang harus ku isi dan tak sedikit pertanyaan yang membuatku bingung untuk menjawabnya. Ahhh…. Pikiran ku jadi melayang terbang menjauhi Bank mengingat jarum waktu yang pedih mengiris rasa lapar dan dahagaku ditengah hari bolong. Untung saja Ac di Bank cukup kerasa alhasil tenggorokanku yang lengket perlahan merasakan sejuk yang sangat tipis.

Pandanganku sudah menuju kemana-mana selain ke mba cantik di depan ku. Ke vas bunga kurang lebih 7 kali, ke tumpukan brosur yang ditata berdiri mungkin sudah tak terhitung, ke lantai, ke meja, ke balpoint, kekomputer, ke langit-langit, ke televisi layar datar, ke hand phone, ke..... dan terhenti ke kuku si mba cantik itu. Sempat seraya di dadaku terucap tanpa pikir ”Ya Allah bagus benar kuku-kuku mba ini”, pasti kemarin baru manicure, bersih, panjang, bentuknya oval panjang dan mengkilap tentunya. Kapan ya aku bisa seperti dia.... mungkin nanti setelah aku kerja dan banyak uang, aku akan kesalon untuk manicure. Sekejap ku sadar. ”Astagfirullah aladzhim” akhirnya fikiranku mendarat juga di Bank Lekas Kaya.

Sudah selesai semua tugas yang harus kuselesaikan hari ini dan saatnya pulang kerumah, muara semua tujuan hidupku. Aku percaya sejauh apapun cita-cita, materi yang dikejar untuk memenuhi standar hidup, ataupun pergi ke bulan sekalipun, sebenarnya tujuannya adalah untuk pulang kembali kerumah membawa payah untuk disembuhkan.
Sampai dirumah ku dapati bapak yang sudah bukan usia pekerja produktif alias pensiunan PNS yang kerjaannya gak siang, gak malem sering nyetel vcd gendingan, calungan, sinden nembang, kuda lumping atau wayang kulit. Hahahaha... benar-benar potret kehidupan yang nyata, dan....... inilah gambaran hidup, pasti aku juga akan mengalaminya suatu saat nanti namun dalam keadaan dan kebiasaan yang berbeda jadi.... terima sajalah karena kita tak tahu seperti apa kita 20 bahkan 30 tahun mendatang.

Ratu: ”Assalamualaikum nina”. Salam seorang dari luar pagar rumah ku.
Aku: ”Walaikumsallam” jawab ku. ”Eh ratu, ada apa tu?” tanya ku.
Ratu: ”Ini nin kakak ipar gw kan mau nikah, dia perawatan di Salon Semoga Langgeng terus dapet vocer nih pecahan Rp.100.000 mau gak? Ada banyak sekitar 10 lembar” tanya ratu.
Aku: ”Wah boleh tuh kebetulan rambut udah panjang, pake untuk potong rambut bisa kan?, sekalian ajak temen-temen yang lain aja tu” sambung aku.
Ratu: ”Ia pasti gwe ajak yang lainnya, em... nin cukup untuk perawatan lainnya kok kalo lw mau lulur, totok wajah, creambat mahh... vocernya masih cukup malah bisa lebih kali, kata ratu.
Ratu: ”Gw aja mau totok wajah” jelas ratu.
Aku: (Sejenak ku teringat kejadian siang tadi di bank)
Beberapa detik ku merasa seperti me-rewind ingatanku dan stop pada kejadian tadi siang di Bank Lekas Kaya)
”Kalau manicure ????? hi hi hi hi hi hi........................
..” tanyaku sambil meringis.

Hari itu tiba, pukul 15.00 wib, aku bak tuan puteri yang dilayani dayang. Duduk santai sambil menjulurkan kedua tanganku dan tangan ku terlayani dari ujung kuku sampai lengan. Ah rasa nya ku benar-benar telah menemukan surga dunia selain jatuh cinta. Mata ku merem-melek karena merasakan sapuan lulur yang di elus-eluskan ke telapak tangan ku dengan kuas, memang agak norak kelihatannya, tapi benar adanya....sedikit ku lirik wajah ku dikaca karena tak sengaja, ku melihat sosok anak perempuan yang ha4.... ”Norak Banget” tapi biarlah... toh orang juga asik dengan kenyamanannya masing-masing. Ya Allah dengan izin Mu lah semua ini terjadi dan ku tak menyangka sedikitpun, secepat ini Kau jawab doaku. Baru tadi siang aku bertanya ”kapan aku bisa merasakan dimanicure?” dan jawabannya adalah.................”sekarang” dan rasanya seperti menjadi ”seorang tuan puteri”, semua ini tentu karena izin Allah

5 Prinsip Belajar Qu

  1. Mengenali betul apa yang menarik bagi kita. Seberapa cepatpun kita bisa memahami suatu informasi, maka informasi itu dengan mudahnya bisa hilang dari ingatan jika ternyata informasi tersebut bukan seperti sasuatu yang menjadi inti ketertarikan kita.
  2. Kenali kepribadian diri sendiri. Apapun yang akan kita pelajari dan pahami acapkali menjadi sia-sia jika ternyata tidak sesuai dengan kepribadian kita.
  3. Rekam semua informasi dalam kata. Cara mudah merekam informasi adalah dengan menuliskannya kembali dalam bentuk apapun seperti coretan, catatan tertulis buatan tangan sendiri.
  4. Belajar bersama orang lain. Belajar terasa lebih menyenangkan dan ringan, jika dilakukan secara bersama-sama.
  5. Hargai diri sendiri. Menghargai jerih payah anda belajar dengan cara apa saja. Misalnya merayakan hasil ujian dengan makan enak, nonton atau membeli sesuatu yang bisa mengingatkan anda akan keberhasilan yang pernah dicapai/ inginkan.
Cobain dehhh....